PMII Minta Blue Print Kampanye Dijabarkan

Kampanye pilpres masih akan berlangsung hingga tiga pekan kedepan. Namun hingga saat ini, pertarungan antar capres-cawapres dinilai masih belum menyentuh blue print program yang ditawarkan sebagai poin terpenting kampanye. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendesak agar tim sukses ketiga pasangan capres-cawapres segera mengarahkan materi kampanye pada substansi yang dibutuhkan.
“Pertarungan politik sudah semakin sengit belakangan ini. Tapi saya lihat justru hanya memposisikan rakyat sebagai penonton saja,” kata Ketua Umum PB PMII M Rodli Kaelani usai menggelar Pertemuan Nasional BEM dan Konsolidasi PC/PKC PMII di Hotel Grand Cempaka, Jakarta (10/6).
Menurutnya, saat ini segenap elemen bangsa harus mulai mengingatkan kepada para politisi bahwa agenda pemilu presiden bukanlah agenda elit saja, tetapi adalah agenda rakyat secara keseluruhan. Program-program yang ditawarkan, tidak boleh hanya berakhir sebagai perdebatan di tingkat elit, sementara masyarakat pemilih yang sesungguhnya paling membutuhkan informasi lugas seputar program nyata yang akan dilakukan, malah disuguhi bahasa-bahasa kampanye saling serang yang sulit dimengerti.
“Padahal kalau mau berkampanye efektif, inilah yang paling penting buat pijakan rakyat dalam menentukan pilihannya,” kata Rodli.
Melalui pertemuan konsolidasi kemarin, menurut aktifis asal Universitas Samratulangi Sulawesi Utara ini, elemen mahasiswa ingin menyerukan agar kampanye yang masih berlangsung tidak hanya berisi perang mulut yang tanpa isi, tetapi benar-benar serius memaparkan program berikut langkah-langkah operasionalnya mengenai apa yang menjadi tawaran program ketiga pasangan capres-cawapres.           

“Terkait blue print ini, kami sekaligus ingin menyerukan kepada semua komponen untuk mengawalnya secara kritis. Blue print bukan janji-janji kosong, tapi harus terukur dan bisa direalisasikan,” tegasnya. (di)

  1. 2 Responses to “PMII Minta Blue Print Kampanye Dijabarkan”

  2. Kalau berujung pada pendukungan satu calon secara organisasi.. dimana netralitas PMII?

    By PMII Komfeis on Jun 20, 2009

  3. Sahabat PMII Komfeis, kalau PMII secara organisasi terlibat dalam dukung-mendukung calon tertentu pada saat pilpres, maka dengan sendirinya PMII telah menggeser platform perjuangannya dari organisasi moral force, menjadi organisasi partisan.
    Pada posisi ini, PMII tidak ada bedanya dengan underbouw-underbouw parpol seperti BM PAN, Pemuda Ka’bah, Kosgoro, dan lainnya.
    Jika pertanyaan sahabat mengarah pada kegiatan perayaan hari lahir PMII yang mengundang SBY di Balai Sidang Kartini kemarin, yang perlu dicatat adalah saat itu SBY diundang dalam kapasitas sebagai presiden, bukan sebagai salah satu calon presiden.
    Jawaban ini bisa bermakna politis, tapi yang pasti inilah dinamika yang coba di ijtihadkan oleh para pimpinan, khususnya ketua umum PMII.

    By admin on Nov 10, 2009

Post a Comment